Sunday, November 30, 2025

Upacara Rutin Senin: Indriati Tekankan Pentingnya Kebersihan dan Adab Siswa

 


Paguyaman (boalemomin2.sch.id) – MIN 2 Boalemo kembali melaksanakan upacara rutin setiap Senin yang digelar di halaman madrasah, Senin (01/12/2025). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dan peserta didik dengan penuh khidmat sebagai bagian dari pembinaan kedisiplinan dan karakter siswa.

Pada kesempatan tersebut, Ibu Indriati Kilo, S.Pd bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, beliau menegaskan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan madrasah serta menumbuhkan adab sebagai bagian dari perilaku sehari-hari seorang pelajar. Ia menekankan bahwa kebersihan bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan atau guru, tetapi menjadi kewajiban seluruh warga madrasah.

“Madrasah yang bersih mencerminkan sikap dan karakter penghuninya. Jika siswa terbiasa menjaga kebersihan, maka mereka sedang menata diri untuk menjadi pribadi yang beradab,” ujar Indriati di hadapan peserta upacara.

Selain kebersihan, beliau juga mengingatkan pentingnya adab sebagai fondasi utama dalam menuntut ilmu. Adab terhadap guru, teman, dan lingkungan menjadi nilai yang terus ditekankan dalam setiap kegiatan madrasah.

Upacara berlangsung dengan tertib, mulai dari pengibaran bendera merah putih, pembacaan teks Pancasila, hingga doa penutup. Seluruh rangkaian berjalan lancar dan diharapkan dapat menjadi momentum bagi siswa untuk terus meningkatkan kedisiplinan, kebersihan, serta adab dalam kehidupan sehari-hari di madrasah.

Thursday, November 27, 2025

MIN 2 Boalemo Laksanakan Program Gembira di Masjid Attaqwa Desa Tangkobu

 


Paguyaman (boalemomin2.sch.id) – MIN 2 Boalemo melaksanakan Program GEMBIRA (Gerakan Bersih, Indah, dan Nyaman untuk Rumah Ibadah) yang dicanangkan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat (28/11/2025) di Masjid Attaqwa Desa Tangkobu dan melibatkan siswa kelas 4 berjumlah 30 orang, serta guru madrasah berjumlah 4 orang.

Program GEMBIRA merupakan gerakan yang bertujuan menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan rumah ibadah sekaligus menanamkan nilai karakter religius dan tanggung jawab kepada siswa. Dalam kegiatan tersebut, para siswa bersama guru melakukan aksi bersih-bersih area masjid, mulai dari halaman, tempat wudu, hingga ruang utama masjid. Selain itu, dilakukan pula penataan dan pembersihan peralatan ibadah agar semakin nyaman digunakan.

Kepala MIN 2 Boalemo menyampaikan bahwa keterlibatan siswa dalam Program GEMBIRA bukan hanya sekadar memenuhi agenda madrasah, tetapi juga sebagai bentuk implementasi pendidikan karakter di lingkungan nyata. “Kegiatan ini penting agar siswa tidak hanya belajar tentang kebersihan dan cinta rumah ibadah dari teori saja, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung. Ini bagian dari pembentukan akhlak dan kepedulian sosial,” ujarnya.

Suasana kegiatan terlihat penuh antusias. Para siswa bekerja sama membersihkan masjid dengan semangat, sementara guru memberikan pendampingan dan arahan selama kegiatan berlangsung. Selain bersih-bersih, siswa juga mendapatkan edukasi singkat tentang pentingnya menjaga keindahan dan kenyamanan rumah ibadah sebagai pusat kegiatan umat.

Dengan pelaksanaan Program GEMBIRA ini, MIN 2 Boalemo berharap siswa dapat terus menumbuhkan kecintaan terhadap masjid dan membiasakan diri menjaga lingkungan sekitar agar tetap bersih, indah, dan nyaman. Madrasah berkomitmen untuk terus mendukung program-program keagamaan yang dicanangkan oleh Kementerian Agama sebagai upaya penguatan karakter dan pembiasaan positif bagi peserta didik.

Friday, April 16, 2021

Kepala MIN 2 Boalemo Berikan Paket Sahur Kepada Seluruh Pegawai Madrasah

 

Kepala MIN 2 Boalemo, Hariyana Tahutu Sedang Memberikan Paket Sahur Ramadhan

BOALEMO (kemenag.go.id) – Bulan suci Ramadhan merupakan kesempatan bagi setiap hamba Allah SWT untuk lebih meningkatkan ketakwaan dan berbagi kebaikan, dikarenakan bulan ini memiliki beberapa keutamaan atau manfaat.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Madrasah Ibtidaiyah Nageri (MIN) 2 Boalemo Hariyana Tahutu membagikan paket sahur berupa uang dan bahan pokok makanan kepada seluruh pegawai madrasah, (08/04/21) yang berlangsung diruang kerjanya.

Hariyana menuturkan bahwa agenda tersebut rutin dilaksanakan setiap tahun menjelang Bulan Suci Ramadhan dengan tujuan untuk berbagi kepada seluruh pegawai di Madrasah yang tak pernah lelah bekerja dalam memajukan dan mewujudkan Madrasah yang hebat khususnya mencerdaskan anak bangsa.

“Pembagian Paket Sahur tersebut semata-mata sebagai bentuk pengahargaan kepada seluruh pegawai agar selalu meningkatkan semangat kerja demi mutu madrasah serta mutu pendidikan khususnya di MIN 2 Boalemo,” tutur Hariyana.

“Semoga apa yang diserahkan ada berkahnya untuk kita semua serta paket sahur ini bisa meringkankan beban disaat menjalankan bulan suci ramadhan. Insya Allah kita semua aman dan terhidar dari Covid-19 sehingga puasa lancer sampai Hari Raya Idul Fitri nanti,” tambahnya.

Diakhir kegiatan tersebut ditutup dengan saling bersalaman dan saling memafkan dengan harapan semoga amalan selama Bulan Suci Ramadhan dapat diterima oleh Allah SWT. Aamiin





Sumber: https://gorontalo.kemenag.go.id/berita/512567/kepala-min-2-boalemo-berikan-paket-sahur-kepada-seluruh-pegawai-madrasah

Persiapan Pembelajaran Tatap Muka, Jajaran MIN 2 Boalemo Gelar Rapat

 

Suasana Kegiatan Rapat Kepala Madrasah bersama seluruh pegawai MIN 2 Boalemo Dalam Mempersiapkan Pelaksanaan PTM

BOALEMO (kemenag.go.id) – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia serta Pemerintah Kabupaten Boalemo telah mengeluarkan revisi surat keputusan bersama tentang edaran panduan dan pesetujuan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dimasa pandemi covid-19.

Berkaitan dengan surat edaran tersebut, Selasa (06/04/21) Civitas Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Boalemo mengadakan rapat pembahasan evaluasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) untuk peserta didik kelas I s/d V yang akan dilaksanakan usai bulan Ramadhan.

Kepala MIN 2 Boalemo Hariyana Tahutu menjelaskan bahwa dalam rangka menuju pelaksanaan PTM  yang harus disiapkan adalah menetapkan Standar Operasional Prsedur (SOP) Madrasah, menyediakan sarana dan prasarana PTM dimasa Pandemi Covid-19 serta menyusun TIM Satuan Tugas (Satgas Covid-19).

“SOP yang ditetapkan adalah untuk mengatur keluar masuk peserta didik ke madrasah terutama menyebrang jalan dan untuk sarana prasarana juga disiapkan diantaranya terdiri thermogun (Pengatur Suhu), sarana cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, handsanitizer, poster atau tulisan gerakan 5M (Memakai masker, Mencuci tangan dengan sabun, Menghindari kerumunan, Menjaga jarak dan mengurangi mobilitas),” jelas Hariyana.

“Sebelum adanya surat edaran dari Pemerintah tentang PMT tersebut, kita semua sudah mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan penerapan protocol kesehatan, maka tujuan rapat ini untuk mengevaluasi kembali kesiapan kita untuk menyambut pelaksanaan PMT nanti,” tambahnya.

Pada akhir kegiatan rapat tersebut telah dibentuk TIM Satgas yang melibatkan seluruh pegawai MIN 2 Boalemo dengan harapan pandemic Covid-19 akan berakhir dan kegiatan belajar mengajar dapat berjalan normal sebelum terjadi pandemi.





Sumber: https://gorontalo.kemenag.go.id/berita/512564/persiapan-pembelajaran-tatap-muka-jajaran-min-2-boalemo-gelar-rapat

Perserta Didik MIN 2 Boalemo Praktikkan Masakan Khas Gorontalo

 

Peserta Didik MIN 2 Boalemo sementara mengikuti ujian praktek memasak pada mata pelajaran Mulok


BOALEMO (kemenag.go.id) –  Gorontalo terkenal sebagai daerah penghasil jagung yang subur. Oleh masyarakat pribumi, hasil bumi tersebut dimanfaatkan untuk menciptakan kuliner khas Gorontalo, yaitu ‘Binte Biluhuta’. Nama Binte yang berarti jagung, sedangkan biluhuta yaitu disiram. Jadi diartikan secara bahasa adalah jagung yang disiram atau sop jagung.

Sejalan dengan hal tersebut, dalam ujian praktik mata pelajaran Muatan Lokal (Mulok) peserta didik Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Boalemo mencoba kreativitasnya dalam mengolah bahan makanan menjadi sebuah hidangan yang higyenis dan memiliki rasa yang menggugah selera.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (01/04/21) berlangsung di ruang kelas VI terlihat para peserta didik sangat antusias dan begitu bersemangat dalam ujian praktik Mulok tersebut.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala MIN 2 Boalemo Hariyana Tahutu menyampaikan bahwa pada ujian praktek Mulok para peserta didik akan mencoba memasak dan menyajikan makanan khas Gorontalo yakni Binte Biluhuta dan Ilabulo.

“Pada kegiatan ini, Guru sebagai dewan juri akan menilai dari segi Kerjasama dan kekompakan dalam memasak serta dari segi penataan hidangan, penampilan dan rasa. Dengan Kerjasama yang baik akan menghasilkan masakan dan hidangan bahkan rasa yang baik pula,” jelas Hariyana.

Disamping itu, Yuningsih K. Bantu selaku dewan juri mengatakan bahwa masakan khas Gorontalo wajib dipraktikkan oleh peserta didik karena selain bahannya sangat sederhana juga sangat bermanfaat sebagai pengetahuan mereka.

“Untuk memperkaya rasayanya, masakan khas gorontalo khususnya Binte Biluhuta ini menggunakan bumbu sederhana dalam pembuatan kuahnya seperti daun kemangi, batang bawang dan jeruk nipis,” kata Yuningsih

“Selain Binte Biluhuta, mereka juga mencoba masakan yang tak kalah enaknya yaitu Ilabulo. Ilabulo merupakan sajian tepubg sagu yang berisi campuran telur ayam, hati ampela, daging ayam kemudian dibumbui rempah – rempah dan dibungkus daun pisang,” pungkasnya.







Sumber: https://gorontalo.kemenag.go.id/berita/512512/perserta-didik-min-2-boalemo-praktikkan-masakan-khas-gorontalo

Tuesday, March 30, 2021

Mencegah Penyakit Kaki Gajah, Peserta Didik MIN 2 Boalemo Diambil Sampel Darah Oleh Tim Kesehatan

 

Salah satu peserta didik MIN 2 Boalemo saat diambil sampel darah.

Boalemo (kemenag.go.id) – Ketika nyamuk mengisap darah seseorang yang mengandung cacing filaria, maka cacing tersebut akan turut menginfeksi nyamuk. Selanjutnya, nyamuk yang telah terinfeksi ini akan menyebarkan cacing filaria ketika menggigit orang lain. Larva cacing filaria kemudian akan tinggal di dalam pembuluh getah bening. Di dalam pembuluh getah bening inilah larva cacing filaria akan tumbuh dewasa dan berkembang biak yang menimbulkan gejala penyakit kaki gajah.

Hal tersebut dijelaskan oleh Sunarty Labatjo selaku tim kesehatan dari Dinas Kesehatan (Dikes) Provinsi Gorontalo dihadapan peserta didik kelas 1 dan 2 Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Boalemo, Selasa (30/03/21).

Sunarty menambahkan, tujuan dari kegiatan tersebut adalah melaksanakan survey evaluasi penularan filariasis atau penyakit kaki gajah. Peserta didik akan diambil sampel darah untuk mengetahui tingkat endemisitas penyakit Kaki Gajah.

“Filariasis atau penyakit kaki gajah merupakan salah satu penyakit tertua yang paling melelahkan yang dikenal di dunia, sebab untuk mencegahnya kami dari tim kesehatan melakukan evaluasi serta pengambilan sampel darah kepada anak didik.” Ujar Sunarty

Disisi lain menurut keterangan Kepala MIN 2 Boalemo Hariyana Tahutu, kegiatan tersebut merupakan hal penting yang harus dilakukan demi kesehatan peserta didik sekaligus mencegah penyebaran kepada orang lain.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi peserta didik maka pelaksanaanya ini baik petugas dan peserta didik tetap menjaga protokol kesehatan sebaik mungkin mengingat saat ini masih masa pandemi,” tutur Hariyana.

Saya ucapkan terima kasih kepada tim kesehatan yang telah proaktif dalam mendukung memberantas penyakit kaki gajah ini,” tutupnya.


sumber: https://gorontalo.kemenag.go.id/berita/512450/mencegah-penyakit-kaki-gajah-peserta-didik-min-2-boalemo-diambil-sampel-darah-oleh-tim-kesehatan


Peserta Didik MIN 2 Boalemo Merangkai Rangkaian Listrik Pada Kegiatan Praktek Mata Pelajaran IPA

 

Salah satu peserta didik MIN 2 Boalemo usai mengikuti kegiatan praktek merangkai rangkaian listrik.

Boalemo (kemenag.go.id) – Rangkailah semua alat dan bahan sesuai dengan gambar teknis merangkai listrik secara seri dan paralalel serta gunakan waktu dengan sebaik – baiknya untuk mencapai hasil rangkaian listrik yang baik dan benar.

Hal tersebut dijelaskan Waode Harniati selaku Guru penanggung jawab ujian praktek mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) kepada seluruh peserta didik Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Boalemo saat memulai kegiatan praktek tersebut.

Dihadapan peserta didik, Senin (29/03/21) Waode juga mengatakan, alat dan bahan yang digunakan dalam kegiatan praktek tersebut yakni kabel, bola lampu kecil (lampu senter) 3 buah, baterai besar 4 biji, saklar 1 buah, tempat lampu senter, serta papan perakitan.

“Dengan menggunakan alat dan bahan yang sangat sederhana tersebut, diharapkan bisa menyelesaikan rangkaian listrik dengan benar serta dapat memahami perbedaan antara rangkaian listrik secara seri maupun paralel,” kata Waode.

Sementara itu, Amalia Ramadhani Tine salah satu peserta didik MIN 2 Boalemo mengutarakan, melalui kegiatan praktek tersebut peserta didik diberikan kesempatan untuk mencoba merangkai rangkaian listrik seri dan parallel secara nyata sehingga kami dapat lebih mudah memahami rangkaian listrik tersebut.

“Yang dibutuhkan dalam kegiatan praktek IPA merangkai listrik adalah kerjasama, fokus serta ketelitian sehingga dengan mudah memahami dan mengetahui bagaimana merangkai listrik seri maupun parallel,” ujar Amalia.

“Saat mengikuti kegiatan praktek itu, kami merasa senang dan bangga karena semua turut berperan aktif dalam merangkai rangkaian listrik sehingga dapat menyelesaikannya dengan cepat dan benar,” tandasnya.


Sumber: https://gorontalo.kemenag.go.id/berita/512448/peserta-didik-min-2-boalemo-merangkai-rangkaian-listrik-pada-kegiatan-praktek-mata-pelajaran-ipa